Kesalahan Digital Marketing Saat Menentukan Target

 

kesalahan-digital-marketing

Target audiens menentukan kepada siapa sebuah kampanye digital berbicara. Ketika target ditetapkan secara asal, masalahnya tidak berhenti pada iklan yang kurang efektif. Konten bisa menarik perhatian orang yang salah, penawaran tidak terasa relevan, dan anggaran pemasaran sulit menghasilkan pelanggan yang benar-benar potensial.

Kesalahan digital marketing dalam menentukan target sering muncul karena bisnis terlalu cepat memilih audiens sebelum memahami perilaku dan kebutuhannya. Padahal, target yang baik bukan sekadar kumpulan orang berdasarkan usia atau lokasi. Ada alasan, masalah, kebiasaan, dan konteks yang membuat seseorang relevan bagi sebuah produk.

Kesalahan Digital Marketing yang Sering Terjadi Saat Menentukan Target

Menyamakan target dengan karakteristik demografis

Usia, lokasi, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendapatan memang dapat membantu mempersempit audiens. Namun, informasi tersebut belum menjelaskan mengapa seseorang membutuhkan produk tertentu.

Bayangkan sebuah bisnis menjual perangkat pendukung kerja dari rumah. Dua orang berusia 30 tahun yang tinggal di kota yang sama belum tentu memiliki kebutuhan identik. Satu orang mungkin mencari kenyamanan karena bekerja berjam-jam, sedangkan lainnya lebih mengutamakan efisiensi ruang.

Jika targeting hanya menggunakan data demografis, perbedaan kebutuhan tersebut mudah terlewat. Strategi digital marketing akhirnya berbicara terlalu umum.

Menganggap semua pengunjung memiliki tujuan yang sama

Pengunjung website atau pengguna media sosial tidak selalu berada pada tahap yang sama. Ada yang baru mengetahui sebuah masalah, ada yang sedang mencari informasi, dan ada yang sudah membandingkan produk sebelum membeli.

Kesalahan terjadi ketika satu pesan promosi digunakan untuk seluruh kelompok tersebut. Konten edukasi yang cocok untuk calon pelanggan baru belum tentu efektif bagi orang yang sudah siap membeli.

Pembagian berdasarkan customer journey membantu bisnis menentukan pesan yang lebih sesuai. Audiens yang berbeda membutuhkan alasan yang berbeda pula untuk melanjutkan interaksi.

Membuat target berdasarkan asumsi internal

Tim pemasaran terkadang menentukan target berdasarkan gambaran pelanggan ideal yang mereka bayangkan. Asumsi ini bisa berguna sebagai titik awal, tetapi tidak seharusnya menjadi satu-satunya dasar keputusan.

Perilaku pelanggan dapat berbeda dari dugaan perusahaan. Data pencarian, pertanyaan pelanggan, interaksi media sosial, halaman website yang sering dikunjungi, dan hasil kampanye sebelumnya dapat memberikan gambaran yang lebih realistis.

Dalam praktiknya, riset kata kunci juga dapat membantu menemukan bahasa yang digunakan calon pelanggan ketika mencari solusi. Dari sini, bisnis dapat memahami bukan hanya siapa audiensnya, tetapi juga apa yang sedang mereka cari.

Mengapa Target yang Terlalu Luas Bisa Menjadi Masalah?

Menjangkau audiens sebanyak mungkin terlihat menarik, terutama ketika tujuan awalnya adalah meningkatkan brand awareness. Namun, jangkauan besar tidak otomatis berarti peluang bisnis yang lebih besar.

Audiens yang tidak relevan dapat menghasilkan interaksi yang tidak berujung pada tindakan bisnis. Pada paid advertising, kondisi ini dapat membuat anggaran terserap untuk orang yang sebenarnya tidak memiliki kebutuhan terhadap produk.

Masalah serupa dapat terjadi pada content marketing. Jika topik dibuat untuk semua orang, pembahasannya cenderung terlalu umum. Akibatnya, konten mungkin mendapatkan traffic, tetapi sulit membangun hubungan dengan pembaca yang memiliki potensi menjadi pelanggan.

Target bukan berarti membatasi pertumbuhan. Justru, target membantu bisnis menentukan siapa yang perlu diprioritaskan.

Cara Menentukan Target Digital Marketing dengan Lebih Akurat

Mulai dari masalah, bukan produk

Alih-alih bertanya, “Siapa yang mungkin membeli produk ini?”, coba mulai dengan pertanyaan, “Siapa yang memiliki masalah yang dapat diselesaikan produk ini?”

Pendekatan tersebut menghasilkan segmentasi yang lebih bermakna. Bisnis dapat mengelompokkan audiens berdasarkan kebutuhan, situasi, hambatan, atau tujuan yang ingin dicapai.

Setelah kelompok tersebut ditemukan, barulah data demografis digunakan untuk memperjelas profilnya.

Amati perilaku audiens

Perilaku sering memberikan informasi yang lebih berguna daripada asumsi. Perhatikan jenis konten yang paling banyak mendapatkan respons, kata kunci yang digunakan, sumber traffic, pertanyaan yang sering masuk, hingga halaman yang paling sering dikunjungi.

Data dari Google Analytics dan Google Search Console dapat menjadi bahan evaluasi untuk website. Sementara itu, performa social media marketing dapat membantu melihat topik dan format yang paling relevan bagi pengikut.

Tidak semua data harus menghasilkan keputusan langsung. Gunakan data tersebut untuk menemukan pola, kemudian uji kembali melalui kampanye berikutnya.

Buat segmentasi berdasarkan kebutuhan

Satu bisnis dapat memiliki beberapa kelompok pelanggan. Karena itu, tidak perlu memaksakan satu profil untuk seluruh aktivitas pemasaran.

Segmentasi dapat dibuat berdasarkan kebutuhan dan tingkat kesiapan membeli. Kelompok yang masih mencari informasi dapat menerima konten edukatif, sedangkan calon pelanggan yang sudah memahami kebutuhannya dapat diarahkan ke demonstrasi produk, konsultasi, atau penawaran yang lebih spesifik.

Pendekatan ini membuat content strategy dan iklan lebih mudah disesuaikan.

Cara Mengevaluasi Apakah Target Sudah Tepat

Target yang tepat tidak hanya terlihat dari banyaknya orang yang merespons kampanye. Ukur hasil berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.

Jika tujuan kampanye adalah mendapatkan leads, periksa kualitas leads dan conversion rate, bukan hanya jumlah klik. Untuk aktivitas SEO, perhatikan apakah traffic organik berasal dari pencarian yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Pada kampanye berbayar, biaya iklan juga perlu dibandingkan dengan hasil akhirnya. Angka seperti biaya per lead atau ROAS dapat membantu menunjukkan apakah audiens yang ditargetkan benar-benar memiliki nilai bagi bisnis.

Jika banyak orang melihat iklan tetapi sedikit yang melakukan tindakan yang diharapkan, masalahnya bisa berada pada targeting, pesan, penawaran, atau landing page. Jangan langsung mengubah target sebelum melihat keseluruhan funnel.

Kesimpulan

Kesalahan digital marketing dalam menentukan target biasanya terjadi ketika audiens dipahami hanya sebagai data demografis. Padahal, keputusan pelanggan dipengaruhi oleh kebutuhan, masalah, perilaku, serta tahap mereka dalam proses pembelian.

Target yang lebih kuat dibangun melalui perpaduan riset dan data aktual. Mulailah dari masalah pelanggan, amati perilakunya, buat segmentasi berdasarkan kebutuhan, lalu ukur hasilnya secara berkala.

Dengan pendekatan tersebut, strategi pemasaran digital tidak sekadar mencari sebanyak mungkin orang untuk dijangkau, tetapi berusaha menemukan orang yang memang memiliki alasan untuk mendengarkan, mempertimbangkan, dan akhirnya memilih penawaran bisnis.

FAQ

Apa kesalahan digital marketing yang paling umum saat menentukan target?

Salah satunya adalah membuat target terlalu luas atau hanya berdasarkan demografi. Kesalahan lain adalah menggunakan asumsi internal tanpa membandingkannya dengan data perilaku pelanggan.

Apakah target audiens harus dibuat sangat spesifik?

Target sebaiknya cukup spesifik untuk menghasilkan pesan yang relevan, tetapi tidak terlalu sempit hingga menghilangkan kelompok pelanggan yang sebenarnya potensial. Tingkat spesifiknya perlu disesuaikan dengan produk dan tujuan kampanye.

Data apa yang dapat digunakan untuk menentukan target?

Bisnis dapat menggunakan data website, pencarian organik, interaksi media sosial, riwayat kampanye, pertanyaan pelanggan, dan hasil penjualan. Kombinasi beberapa sumber biasanya memberikan gambaran yang lebih lengkap.

Bagaimana jika target yang dipilih ternyata tidak menghasilkan?

Jangan langsung menganggap seluruh strategi gagal. Periksa hubungan antara targeting, pesan, penawaran, landing page, dan tahap funnel. Setelah penyebabnya lebih jelas, lakukan pengujian pada segmen atau pendekatan yang berbeda.

 

Post a Comment for "Kesalahan Digital Marketing Saat Menentukan Target"